Kopi Aceh sudah terkenal sampai ke Amerika, terutama di negara bagian Seattle, karena Seattle merupakan tempat berlabuhnya kopi asal Aceh, dari pelabuhan inilah kemudian Kopi Aceh didistribusikan ke Starbucks dan beberapa tempat lainnya”. Demikian disampaikan oleh Conrad Cios, Project Manager Internasional Organization Migration (IOM), saat menjawab pertanyaan awak media, pada konferensi pers Pemilihan Miss Coffe Indonesia Audisi Aceh, di Rumoh Aceh Coffee, Jeulingke Banda Aceh, Kamis (17/5).

Conrad Cios juga sangat menyayangkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kopi sebagai produk unggulan daerah. “Di dunia kopi Aceh ini sudah sangat terkenal, namun sayang warga Aceh dan Indonesia kurang memahami bagaimana kopi ini sebenarnya bisa dijadikan produk unggulan dan bisa menjadi media promosi Aceh di mata dunia, dan ajang pemilihan Miss Coffee ini menjadi sangat penting bagi Aceh karena kegiatan ini bisa menjadi suatu media promosi bagi Aceh di mata Internasional,” ujar pria Bule ini.

“Di dataran tinggi gayo saja ada 8.000 hektar kebun Kopi yang pertahunnya mampu mengekspor 60 juta ton kopi yang jika kita uangkan bisa mencapai 300-500 juta US Dollar, jika sektor kopi ini kita maksimalkan maka kami meyakini bahwa Aceh akan mampu menghasilkan 1 Milyar US Dollar per tahunnya,” terang Conrad.

“Satu hal yang sangat kita sayangkan adalah bahwa kita menjadi konsumen dari produk yang kita hasilkan, bayangkan saja Arabia Coffee Bean adalah kopi yang dihasilkan tanah Aceh dan yang paling banyak kita eksport ke Starbucks dan ke Jepang, namun setelah sampai disana mereka mengolah dan mengemasnya untuk kemudian mereka pasarkan kembali ke kita dengan harga yang sangat mahal, kedepannya kita berharap agar pemerintah mampu mencari jalan keluar untuk hal ini,” ungkapnya.

Conrad juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berada di dataran tinggi Gayo sejak awal tahun 2011. “IOM sudah sejak awal tahun 2011 berada di dataran tinggi Gayo dan telah melakukan pendampingan kepada lebih dari 1.000 petani kopi disana dengan memanfaatkan fasilitator-fasilitator yang ada didaerah tersebut, jadi mereka mendapatkan pelatihan dari orang-orang yang mereka kenal dan langsung mempraktekkannya di lahan mereka sendiri,” tambah Conrad.

“Pada program ini kami juga membuat warehouse research sistem dan melakukan kerjasama dengan Universitas Gajah Putih, program kami di dataran tinggi Gayo ini akan berakhir nantinya pada bulan Agustus 2012 ini, kami sangat berharap siapapun yang terpilih menjadi Putri Kopi agar nantinya bisa meng-kampanyekan Aceh di dunia Internasional, karena setelah terpilih mereka akan kita libatkan dalam berbagai event terkait kampanye dan promosi produk yang berkaitan dengan kopi,” pungkas Conrad Cios. (Ngah)

SUMBER : http://www.kopistory.com/artikel/bahan-baku-starbucks-berasal-dari-kopi-aceh

shareseriale